Monthly Archives: March 2013

Klub Perpustakaan Indonesia Adakan Festival Mendongeng Nasional 2013

 

Jakarta —  Mendongeng merupakan kebiasaan turun temurun oleh leluhur sebagai pengantar tidur anak. Dongeng selalu mengandung nilai keteladanan, kebaikan dan kejujuran. Untuk menumbuhkan kembali kebiasaan mendongeng, Klub Perpustakaan Indonesia (KPI) mengadakan Festival Mendongeng Nasional 2013.

Festival ini ditujukan bagi para guru/pustakawan TK/RA, PAUD, SD, dan yang setara komunitas pecinta buku dan penulis cerita/dongeng anak, yang berusia 20 sampai dengan 35 tahun. Setiap peserta menyerahkan naskah dongeng hasil karyanya kepada panitia beserta biodata pribadi. Formulir biodata peserta dan leaflet festival ini dapat diunduh www.kemdikbud.go.id .

Peserta yang dapat mengikuti festival ini adalah peserta yang belum pernah berprofesi sebagai pendongeng dan atau menjadi pemenang lomba mendongeng. Naskah dan biodata peserta diterima panitia paling lambat 26 April 2013. Naskah dilampiri perangko yang masih berlaku senilai @ Rp3.000,- sebanyak 20 lembar buy cheap cialis online per peserta, atau uang pengganti perangko senilai Rp60.000 jika naskah dan biodata dikirim melalui e-mail.

Naskah dongeng yang diikutsertakan merupakan hasil karya tulis peserta. Naskah dapat berbentuk saduran dari buku cerita tentang Indonesia, karya penulis Indonesia, atau berlatar belakang budaya Indonesia. Naskah wajib mengandung nilai-nilai yang bersifat nasionalis, heroik, religius, atau humanis. Naskah diketik pada kertas ukuran folio maksimal dua halaman dengan ukuran huruf 12 pt, spasi 1,5. Dan jika naskah yang dibuat merupakan saduran, maka wajib dicantumkan sumber dan penulisnya.

Setelah penilaian naskah, juri akan menentukan 15 finalis. Para finalis tersebut akan dipanggil ke Jakarta pada 27-30 Mei 2013 untuk mengikuti acara final. 100 orang pertama yang mengirim naskah dongeng, akan diundang menghadiri seminar dan workshop tentang penulisan cerita anak dan mendongeng pada 28 Mei 2013 secara cuma-cuma. Pengumuman pemenang akan dilakukan pada 30 Mei 2013. Penghargaan kepada pemenang berupa piagam, uang, dan hadiah lain dari sponsor. (AR)

Alamat Panitia:

d.a Klub Perpustakaan Indonesia
Jl. Bendi Utama No. 3 Tanah Kusir
Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12240
Telp. (021) 72794739, 98173480
e-mail: kpi@indo.net.id

sumber : http://www.kemdiknas.go.id/kemdikbud/berita/1157

Publikasikan Tulisan di Asia Pacific Collaborative Education Journal

 

Jakarta —  Asia Pacific Collaboration education Journal  memberi kesempatan kepada para penulis dari negara-negara anggota APEC untuk membagi pengetahuan dan pengalaman dalam bidang pendidikan melalui ICT. Asia Pacific Collaboration education Journal (APCJ) merupakan jurnal daring yang diterbitkan oleh Institute of APEC Collabirative Education (IACE).

Publikasi di jurnal daring ini bisa menjadi peluang tulisan-tulisan dari Indonesia muncul di media internasional. Batas akhir penyerahan artikel adalah 30 April 2013. Untuk melihat contoh penulisan artikel pada APCJ, silakan klik www.acecjournal.org

Artikel terpilih akan diterbitkan pada bulan Juni 2013. Adapun topik yang dipilih untuk penulisan artikel meliputi empat aspek. pertama, tentang kolaborasi pendidikan internasional, kedua, tentang penelitian dan inovasi dalam pengajaran dan pembelajaran menggunakan teknologi, ketiga, topik lain yang berhubungan dengan pembelajaran menggunakan teknologi untuk kolaborasi pendidikan internasional. Dan yang keempat adalah tentang pengenalan kepada contoh praktis pada pendidikan umum, pendidikan tinggi, dan pendidikan sepanjang masa.

Artikel yang dibuat terdiri dari 4000 hingga 5000 kata, termasuk di dalamnya referensi umum. Artikel dibuat dengan menggunakan bahasa inggris. Abstraksi artikel sebanyak 100-150 kata. Artikel dapat dikirimkan ke:

Asia Pacific Collaborative education Journal
e-mail: jyeong2001@hanmail.net
Ph.D. Jinyeong, HEO
Assistant of editor
Mobile: 82-10-7711-8573
Office: 82-51-510-3861
Fax : 82-51-581-2965
web : www.acecjournal.org

sumber : http://www.kemdiknas.go.id/kemdikbud/berita/1158

Buku Kurikulum 2013 Dicetak 28 April, Anggaran Sesuai RKA K/L

 

Jakarta—Implementasi kurikulum 2013 patut dilaksanakan dan didukung oleh anggaran kementerian yang sudah disiapkan di direktorat atau badan teknis.  Saat ini perrsiapan dalam implementasi kurikulum sudah lebih matang.

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan Musliar Kasim mengatakan, buku yang dibutuhkan untuk pelaksanaan kurikulum sudah selesai. Saat ini, kata dia, sedang menunggu hasil penilaian oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). “ Buku itu akan dicetak sekitar 28 April. Kami masih mengirimkan kepada berbagai pihak untuk memberikan masukan,” katanya pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) Kurikulum antara Kemdikbud dengan Panitia Kerja (Panja) Kurikulum Komisi X DPR RI di Jakarta, Senin (25/3/2013) malam.

Musliar mengatakan, sesuai dengan hasil rapat dengar pendapat pada 13 maret yang lalu, Kemdikbud diminta menyelesaikan berbagai dokumen antara lain dokumen standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, dan standar penilaian. Menurut Musliar, dua dokumen telah selesai disusun, sedangkan dua lainnya dalam proses telaah. “Mudah-mudahan tidak lama lagi (selesai), sehingga tidak ada hal yang menghalangi pelaksanaan implementasi kurikulum pada Juli 2013,” katanya.

Pada paparannya Musliar menyampaikan, anggaran untuk implementasi kurikulum 2013 telah ada dalam Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKA K/L) Kemdikbud 2013. Dia menyebutkan, mata anggaran yang menyatakan tentang kurikulum sebanyak Rp 631 miilar, sedangkan dana pendukung sebanyak Rp 1,1 triliun. Adapun pos anggaran lainnya adalah dari dana alokasi khusus (DAK) sebanyak Rp 748 miliar. “Total anggaran sudah selesai semuanya. Anggaran yang diajukan Rp 2,491 triliun,” katanya.

Adapun terkait dana pendukung, pihaknya akan mengkonsultasikan dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Hal ini dilakukan agar implementasi kurikulum baru bisa dilaksanakan tanpa menimbulkan masalah hukum di kemudian hari. “Yang digunakan untuk pendukung kurikulum ini adalah subset dari superset yang sudah disetujui. Induk besarnya sudah disetujui termasuk dalam Kepres. Yang digunakan subset di dalamnya karena namanya masih bersifat generik,” katanya.

Musliar mengemukakan, sebelumnya ada sejumlah versi terkait anggaran kurikulum 2013. Dia menyebutkan, versi pertama adalah versi “611” sebanyak Rp 611 miliar. Kemudian versi hasil keputusan rapat kerja pada 14 Desember 2013 sebanyak 684 miliar, dan versi Kepres No.37/2012 sebanyak Rp 1 triliun. “Versi ini ada bermacam-macam, tetapi semua ada dalam RKA K/L yang sudah disetujui. Jadi tidak keluar dari RKA K/L dan tidak merubah output dan point yang ada di dalamnya,” katanya. (ASW)

sumber : http://www.kemdiknas.go.id/kemdikbud/berita/1160

Buku Kurikulum 2013 akan Siap Sesuai Jadwal

 

Jakarta — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menyampaikan optimismenya bahwa urusan buku untuk kurikulum 2013 akan siap sesuai jadwal yang telah ditetapkan. “Buku final yang siap cetak dijadwalkan selesai 2 Mei 2013, jadi kalau sekarang belum selesai ya nggak apa-apa, wongbelum jadwalnya,” ujarnya di hadapan sejumlah wartawan di ruang kerja Mendikbud, Senayan Jakarta, hari ini Jumat (22/03/2013).

Mendikbud menambahkan bahwa saat ini buku untuk kurikulum 2013 sedang memasuki proses pelelangan. Panitia pengadaan barang dan jasa untuk pencetakan dan distribusi buku kurikulum 2013 tersebut sudah dibentuk, dan sudah mulai bekerja. “Minggu depan, 25 April 2013 dijadwalkan pengumuman lelang melalui e-procurement,” kata Mendikbud.

Pada tanggal 2 Mei 2013 dijadwalkan sudah ada pemenang untuk pekerjaan tersebut, dan buku yang akan dicetak juga sudah siap, ujar mantan Menkominfo tersebut. “Pemenang lelang tersebut akan mengerjakannya selama 70 hari kerja, sehingga dijadwalkan 10 Juli sudah sampai ke tangan siswa,” katanya menambahkan.

Buku untuk kurikulum 2013 dibedakan menjadi dua jenis yaitu buku untuk guru dan buku untuk siswa. Buku untuk siswa akan dikirim ke sekolah oleh perusahaan pemenang lelang, sedangkan buku untuk guru akan dikirim ke dinas pendidikan.

Menteri Nuh juga menjelaskan buku untuk sekolah dasar (SD), sekolah menengah atas (SMA), dan sekolah menengah kejuruan (SMK) dibiayai dari daftar isian penggunaan anggaran (DIPA) Kemdikbud, sedangkan buku untuk sekolah menengah pertama (SMP) dari dana alokasi khusus (DAK) yang ditransfer ke provinsi. “Sabtu (23/3) ini dijadwalkan ada pertemuan dengan para kepala dinas membahas DAK untuk kurikulum 2013 ini,” ujar Mendikbud.  (NW)

sumber : http://www.kemdiknas.go.id/kemdikbud/berita/1149

Mendikbud: Siapkan "Karpet Merah" Bagi Siswa Miskin Berprestasi

 

Jakarta — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengungkapkan adanya pergeseran yang harus dilakukan dalam dunia pendidikan tinggi. Jika selama ini tingkat kemuliaan sebuah perguruan tinggi terletak pada banyaknya mahasiswa yang mampu secara ekonomi, maka sekarang dilihat dari berapa banyak siswa miskin yang belajar di kampus tersebut.

“Dalam bahasa kasarnya, sudah saatnya kita gelar karpet merah untuk adik-adik kita itu bisa masuk perguruan tinggi,” kata Mendikbud usai menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman bersama antara Chairul Tanjung Foundation dengan 16 rektor PTN, di Graha Utama Kemdikbud, Selasa (19/3).

Mendikbud mengatakan, Bidikmisi menjadi salah casino satu cara untuk membawa masyarakat miskin untuk mengenyam pendidikan tinggi. Dengan kata lain, program ini untuk membeli masa depan dengan harga sekarang. Dari program ini diharapkan pemerintah dan negara hadir di tengah-tengah keluarga yang kehidupan ekonominya kurang. Ada tiga alasan mengapa Bidikmisi harus dijalankan. Pertama, alasan politik Undang-Undang. “Kalau PTN tidak melaksanakan, berarti melanggar perintah undang-undang”, kata Mendikbud.

Kedua, alasan tanggung jawab moral. Apa yang bisa dilakukan negara untuk masyarakat yang sudah lama tidak merasakan kebahagiaan. Dan ketiga, kata Mendikbud, adalah alasan keagamaan.”Kalau membiarkan kemiskinan merajalela, dosa hukumnya,” kata Mendikbud.

Untuk tahun ini, ada 350 ribu bangku perguruan tinggi disiapkan. Dan 20 persen minimal dari kuota tersebut berasal dari jalur Bidikmisi. “Berarti ada 70 ribu kuota bidikmisi,” tandasnya. (AR)

sumber : http://www.kemdiknas.go.id/kemdikbud/berita/1138

Isi Buku Pelajaran Akan Dikendalikan Pemerintah

 

Bandung – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menegaskan bahwa isi buku-buku pelajaran mulai dari sekolah dasar (SD) sampai sekolah menengah atas (SMA) akan sungguh-sungguh dikendalikan oleh Pemerintah. “Akan dikendalikan betul, bukan pada percetakannya tapi pada kontennya, kita tidak ingin ada kesalahan pada buku-buku yang ada,” ujarnya di hadapan sejumlah wartawan di Bandung, Sabtu (16/3) kemarin.

Buku-buku pelajaran yang akan digunakan sebagai pegangan siswa maupun guru, akan ditulis oleh sebuah tim, bukan oleh satu atau dua orang saja, ujar mantan Menkominfo tersebut. “Selain itu nantinya akan ada internal reviewer termasuk Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), dan juga independent reviewer,” kata Mendikbud. Hal tersebut untuk memastikan dari segi konten tidak ada masalah, metodenya benar, dan urutan materinya tidak ada yang hilang.

Menanggapi kasus-kasus yang terjadi beberapa tahun terakhir ini dimana isi buku pelajaran kurang sesuai dengan norma kesusilaan atau mengandung materi yang tidak tepat untuk usia siswa, Menteri Nuh menegaskan hal tersebut tidak akan terjadi lagi.

“Yang banyak diprotes kemarin itu kan lembar kerja siswa (LKS),” ujarnya. Oleh karena itu dalam kurikulum 2013, buku-buku pelajaran yang digunakan akan sungguh-sungguh dikendalikan dan diawasi. “Sehingga tidak akan ada lagi kasus Maria Ozawa atau Kisah Bang Maman seperti yang terjadi kemarin,” kata Mendikbud menambahkan.

Terkait distribusi buku dalam implementasi Kurikulum 2013 tahun pelajaran mendatang, Mendikbud memastikan tidak akan ada pungutan kepada sekolah. “Pemenang tender pencetakan buku nantinya bertanggungjawab mengirim buku-buku itu sampai ke sekolah, bukan sampai ke dinas,” ujar Menteri Nuh. Selain itu karena sekolah tempat implementasi kurikulum 2013 sudah ditentukan dengan disertai data jumlah siswa, seharusnya tidak akan terjadi salah kirim dan salah jumlah, ujar Mendikbud. (NW)

sumber : http://www.kemdiknas.go.id/kemdikbud/berita/1132

UN 2013, Variasi Soal Bertambah Pengawasan Meningkat

 

Jakarta — Dalam Ujian Nasional (UN) tahun 2013 dipastikan setiap siswa akan mengerjakan paket soal yang berbeda. Karena dalam satu ruang ujian disiapkan 20 paket soal yang ditandai dengan barcode, tidak seperti tahun lalu yang hanya menggunakan lima variasi soal. Tujuannya, agar siswa lebih konsentrasi dalam mengerjakan soal ujiannya, daripada harus mencoba melakukan kecurangan selama ujian berlangsung.

Hal tersebut dikemukakan oleh Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) M. Aman Wirakartakusumah, Kamis (7/3), di Jakarta. “Dalam bahasa positifnya, tujuan variasi soal adalah untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengerjakan soalnya masing-masing,” tuturnya.

Variasi soal ini selain bertujuan untuk mengecilkan kemungkinan siswa melirik jawaban teman di sebelahnya, juga menutup kemungkinan oknum tertentu yang mungkin akan melakukan kecurangan selama ujian berlangsung. “Kalau dulu siswa disuruh bawa telepon seluler saat ujian agar mudah mentransfer jawaban yang dianggap sebagai kunci, sekarang kita tutup kemungkinan kecurangan disitu,” kata Aman.

Tak hanya dalam pelaksanaan, Aman menjelaskan, fungsi pengawasan di percetakan dan saat distribusi soal pun diperketat. Baik distribusi dari percetakan ke titik akhir, maupun dari lokasi ujian ke lokasi pemindaian. Kemdikbud dan BSNP menggandeng pihak kepolisian untuk melakukan pengawalan dalam proses pencetakan soal dan distribusi soal ke titik terakhir, yaitu satuan pendidikan. “Setelah diserahkan ke kepala sekolah, maka polisi tidak lagi bertanggung jawab atas ujian. Semua proses ujian berada di bawah tanggung jawab kepala sekolah,” jelasnya.

Demikian pula dengan pengawas ujian, tidak hanya terdiri dari pengawas ruang saja, tapi juga pengawas dari perguruan tinggi ikut terjun mengawasi jalannya ujian. Aman menuturkan, kalau dulu ada peraturan bahwa selain pengawas ruang tidak boleh masuk ke ruang ujian, maka sekarang diperluas bahwa selain pengawas UN dilarang masuk ruang kelas. “Kalau dulu pengawas dari perguruan tinggi tidak bisa menangkap basah jika ada pengawas yang tertidur atau merokok karena tidak boleh masuk kelas, sekarang jika terjadi hal seperti itu pengawas dari perguruan tinggi bisa mencatat nama pengawas tersebut dan melaporkannya,” terangnya.

Apabila terbukti terjadi kecurangan dalam UN 2013 ini, kata Aman, tidak hanya peserta UN saja yang mendapat sanksi, pengawasnya pun akan mendapatkan sanksi. Mulai dari sanksi ringan, sedang, hingga berat. (AR)

sumber : http://www.kemdiknas.go.id/kemdikbud/berita/1120

Prosedur Operasi Standar (POS) Ujian Nasional 2012/2013

Berikut ini Prosedur Operasi Standar (POS) Ujian Nasional 2012/2013 :


Sumber : http://www.kemdiknas.go.id/kemdikbud/pengumuman/1004

Kisi-Kisi Ujian Nasional 2012/2013

Kemdikbud – Silakan Daftar Bila Ingin Jadi Guru Inti Kurikulum 2013

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) membuka ruang bagi guru yang tertarik menjadi guru inti pada kurikulum baru ini untuk mengajukan diri pada Kabupaten/Kota atau bisa melalui pihak kementerian apabila dirasa guru tersebut memenuhi kriteria menjadi guru inti.

“Kriteria guru inti dilihat dari prestasi selama ini, pengalaman mengajar serta hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) dan elemen lain yang mendukung. Jika memang memenuhi syarat dan berminat maka guru tersebut diperbolehkan untuk mengajukan diri sebagai guru inti. Silakan jika memang sesuai dengan kriterianya, kami terbuka bagi guru yang ingin menjadi guru inti,” tutur Mendikbud Mohammad Nuh, di Jakarta, Jum’at (1/3).

Kendati demikian, pihaknya sebenarnya sudah memiliki cara tersendiri untuk melakukan seleksi terhadap guru inti. Data guru inti ini nantinya akan diberikan oleh pihak kementerian kepada Kabupaten/Kota agar diverifikasi apakah guru yang diminta tersebut sesuai atau tidak.

engan demikian saat verifikasi tersebut, pihak Kabupaten/Kota dapat menambahkan nama guru yang dirasa pantas menjadi guru inti pada pelatihan guru untuk keperluan kurikulum baru ini. Tidak hanya itu, pihak Kabupaten/Kota juga berhak melakukan koreksi data saat verifikasi tersebut.

Seperti diketahui, metode pelatihan guru untuk kurikulum baru ini dilakukan berjenjang dari instruktur nasional, guru inti dan guru sasaran. Instruktur nasional ini diperkirakan jumlahnya mencapai 666 dan akan melatih para guru inti yang jumlahnya ribuan. Nantinya para guru inti ini yang akan melatih guru sasaran atau guru mata pelajaran yang menjalankan langsung kurikulum baru pada pertengahan Juli mendatang.
“Satu guru inti ini nantinya akan memegang paling tidak 10 hingga 15 guru. Tidak hanya melatih tapi juga memberi pendampingan,” tandasnya.

sumber : http://edukasi.kompas.com/read/2013/03/01/17524816/Mau.Jadi.Guru.Inti.Silakan.Daftarkan.Diri