DPR Anggap Kurikulum Baru Hanya Kepentingan Proyek

JAKARTA – Anggota Komisi X DPR RI menyorot anggaran pengadaan buku sekitar 72,8 juta eksemplar untuk kurikulum baru seharga Rp 1,2 triliun, tapi juga anggaran pelatihan guru.

Menurut Herlini, sudah menjadi rahasia umum bahwa kurikulum baru sarat akan kepentingan proyek semata. Bahkan untuk pelatihan guru, banyak pihak mengait-ngaitkan dengan kepentingan Pemilu 2014.

“Kurikulum baru tidak lebih dari ajang proyek buku. Kita akan lihat  2 Mei 2013 ini, berapa eksemplar posisi akhir buku penunjang Kurikulum 2013 yang dibutuhkan, dan siapa saja pemegang tendernya nanti?� kata politisi PKS itu, Selasa (2/4).

Herlini sendiri juga mempertanyakan online casino efektivitas pelatihan guru yang dianggarkan Rp 1,09 triliun dalam APBN 2013. Apalagi program ini pun diklaim Kemdikbud sudah dilakukan tahun-tahun sebelumnya.

“Jika sebagian kelompok masyarakat menghubung-hubungkan dengan kepentingan 2014, ini harus dijawab Kemdikbud di lapangan, berupa transparansi dan akuntabilitas pelaksanaanya,” pinta Herlini.

Ia mencontohkan rencana Bimtek/Diklat guru untuk kurikulum 2013, ada sekitar 690 ribu guru dan kepala sekolah se-Indonesia yang dibidik sebagai pesertanya. Rencana setiap peserta akan dilkasih bantuan dana sekira Rp 500 ribu/peserta.

Belum lagi biaya operasional penyelenggaraannya yang bervariasi nominalnya. Bahkan pelatihan ini akan berlanjut hingga 2014. “Jadi wajar jika muncul sikap masyarakat minta diawasi KPK. Apalagi tadi saya bilang, tidak ada laporan pelatihan guru terkait kurikulum yang rame-rame seperti ini,� pungkas Herlini.(fat/jpnn)

sumber : JPNN.com