Mengubah Karya Ilmiah Menjadi Buku

DARI KARYA ILMIAH MENJADI SEBUAH BUKU

 

 

Perbedaan utama antara karya ilmiah dan buku adalah:

 

  Karya Ilmiah Buku
Bentuk Mirip buku Buku
Ketebalan Sering berada di batas terbawah, jarang berada di batas ketebalan tertinggi Terbatas pada permintaan pasar
Penulis Peneliti Penulis (yang memiliki kewajiban menjelaskan kepada pembaca)
– tujuan Untuk membuktikan kompetensi akademis Untuk mengkomunikasikan ide
Pembaca Penguji Civitas akademika dan orang-orang yang tertarik pada subjek.
– tujuan Untuk menguji peneliti Belajar dan mempelajari
Fokus belajar pada Penulis Pembaca
Keilmuan Membutuhkan penjelasan Diserap dan dibangun
– peran Mendemonstrasikan pengetahuan Membangun diskusi
Pendekatan Penjelasan untuk pembelaan Membuka diskusi
Pengelolaan subjek Umumnya sangat teknis dan rinci Menghindari rincian teknis yang tidak perlu
Bahasa Cenderung kurang jelas, abstrak, dan banyak jargon Jelas dan bijaksana dalam menggunakan istilah teknis saat dibutuhkan
Struktur Cenderung terus menerus formal Lebih alami (mengalir), bentuk menjelaskan atau menguraikan.
Alur penjelasan isi Eksposisi teratur tetapi tidak membangun argumen; sering terlalu mengarahkan Membangun argumentasi, menghubungkan bab demi bab secara halus; memiliki kecepatan dan momentum
Penutup Sering berakhir dengan tiba-tiba Diakhiri dengan kesimpulan
Metodologi Membutuhkan penjelasan rinci Deskirpsi hanya diberikan jika dan saat relevan
Kutipan Penting dan sering panjang lebar Terbatas penggunaannya
Referensi Sering kali lebih banyak dari yang benar-benar diperlukan Hanya yang perlu- perlu saja
Evaluasi Umpan balik dari supervisor, penilaian akhir oleh panel penguji Penilaian komersil dari penerbit, tanggapan ahli lain dan masukan dari editor
– sebelum
– sesudah Mempertahankan secara formal Tanggapan ahli lain dalam jurnal dan forum eksternal lain

 

Ada beberapa orang yang menyatakan bahwa sebuah karya ilmiah tidak boleh ditulis ulang menjadi buku. Alasannya adalah karya ilmiah dan buku sangat jauh berbeda. Apabila sebuah karya ilmiah dipaksakan diubah menjadi buku maka penyusunannya harus dilakukan dari awal lagi.

Pendapat tersebut dapat dibenarkan untuk beberapa karya ilmiah tertentu, tetapi ada banyak kasus ketika sebuah karya ilmiah sudah memiliki bibit naskah buku (umumnya tersembunyi di suatu tempat di tengah bab) yang dapat dibawa keluar dan diperluas. Perlu diketahui, meskipun, jika Anda memutuskan untuk untuk mengubah karya ilmiah menjadi buku dengan menata ulang bahan yang ada, mempercantik dengan mencari data dan kesimpulan baru maka hal tersebut dapat memakan waktu yang hampir sama seperti menulis naskah baru dari awal.

Tentu saja, ada bahaya dalam menggunakan kembalidata yang ada, terutama ketika menambal potongan-potongan yang berbeda dari teks, hal ini dapat membahayakan konsistensi dan gagal untuk menciptakan isi dan alur cerita yang koheren dengan karya ilmiah. Meskipun demikian, pasti akan ada godaan untuk tetap menggunakan teks yang lama setelah Anda membacanya berulang kali dan menganggap teks tersebut cocok untuk dimasukkan dalam buku.

 

Mari Memulai

Merencanakan dengan mempersiapkan sebuah daftar isi perbandingan. Jika Anda ingin menulis buku yang berasal dari karya ilmiah, maka sangat berguna (bukan hanya sebagai perencanaan tetapi juga akan berguna untuk melakukan pendekatan ke penerbit) jika Anda memetakan persamaan dan perbedaan antara dua karya (naskah buku dan karya ilmiah). Berdasarkan analisis tersebut, Anda akan dapat menyusun sebuah daftar isi yang dapat menggambarkan isi dan darimana bahan isi tersebut diambil (dari karya ilmiah)

 

Bagian-bagian yang harus dipotong

Ada banyak elemen dalam karya ilmiah yang tidak perlu ada pada buku. Pangkas dan sisakan hanya bagian yang dibutuhkan saja, atau bahkan hancurkan semuanya. Editing semacam ini bukan seperti pekerjaan tukang daging. Editing bisa dianalogikan sebagai sebuah pekerjaan mengolah berlian kasar dengan dipotong secara hati-hati, lalu dipoles hingga dapat terungkap dalam kemuliaan penuh.

  1. Tinjauan Pustaka

Penelitian Anda termasuk dalam wacana keilmuan tertentu dan akan dibingkai oleh ini. Sebagaimana anggapan Anda bahwa pembaca sudah akrab dengan wacana tersebut, maka ringankan bobot teori dan dan tunjukkan bagaimana penelitian Anda memberikan sebuah warna baru dan menambah perdebatan. Tentu saja, tidak mungkin bahwa sebuah buku dengan tinjauan pustaka sebanyak 100 halaman akan membuat menarik.

  1. Metodelogi

Pembaca ingin mengetahui secara jelas tentang penelitian Anda untuk menguji validitas penjelasan yang Anda berikan. Akan tetapi, tidak akan ada orang yang tertarik pada rincian yang tidak penting dalam metodelogi Anda.

  1. Kutipan

Mendukung penjelasan dengan kata-kata dari para ahli adalah sesuatu yang wajar, tetapi lakukan hal ini dengan bijaksana dan elegan. Sebuah parafrase akan lebih mudah dibaca dan dimengerti daripada sebuah kutipan langsung. Jika Anda memiliki banyak kutipan langsung dalam karya ilmiah Anda, cobalah untuk menghilangkan sebagian besarnya dalam buku Anda.

  1. Tabel

Ingatlah bahwa setiap tabel dalam menjadi pengalih perhatian. Tabel akan membuat pembaca menjauh pada teks. Pada setiap tabel, tanyakan pada diri Anda, “Apakah ini penting? Apakah bisa diringkas dan diolah menjadi sebuah teks? Apakah akan lebih efektif jika dijadikan gambar? Dapatkah tabel ini muat dalam kertas ukuran buku?”

  1. Footnotes/endnotes

Ini juga merupakan sebuah pengalih perhatian. Untuk setiap footnote/endnote, tanyakan pada diri sendiri, “Apakah ini perlu? Dapatkah kutipan dikelompokkan atau bahkan (untuk beberapa kutipan dalam buku yang sama) runtuh menjadi kutipan tunggal? Dapatkah Anda mengurangi jumlah karya yang dikutip?”

  1. Referensi

Berapa banyak orang yang benar-benar membaca bibliografi – selain untuk memeriksa apakah ada tulisan mereka sendiri terdaftar? Memotong daftar referensi hingga hanya untuk yang benar-benar relevan dengan buku baru Anda akan akan menghemat waktu dan usaha Anda. Akan tetapi, nilai akademik (juga) diukur dengan jumlah kutipan karya yang dibaca, jadi tinggalkan saja referensi yang Anda rasa cukup digunakan dalam karya ilmiah Anda.

  1. Lampiran

Banyak diperdebatkan bahwa lampiran adalah bahan-bahanyang tidak dapat diolah dan dibiarkan membusuk. Jika Anda tidak dapat mengintegrasikan materi tersebut dalam karya ilmiah Anda, maka Anda perlu berusaha keras agar dapat menggunakannya dalam buku Anda.

  1. Bahan (data) yang berlebihan

Beberapa teks dalam karya ilmiah Anda mungkin sangat baik,tetapi terlalu panjang atau terlalu jauh dari topik untuk dimasukkan dalam naskah buku Anda. Teks yang kelebihan tersebut harus dipadatkan, ditulis ulang atau benar-benar dibuang. Hasilnya yang didapat bukan berarti kehilangan banyak data.

  1. Materi (data) bermasalah

Mungkin ada berbagai alasan mengapa bahan yang digunakan dalam karya ilmiah Anda bermasalah dalam naskah buku Anda (misalkan, salinan langsung sebuah gambar peta dari buku penulis lain). Mungkin akan mudah atau lebih tepat untuk mengolah kembali atau memotongnya daripada daripada meminta izin menggunakannya dan tidak melakukan perubahan terhadap data. Contoh lain adalah teks yang berpotensi mencemarkan nama baik, hal ini dapat bermasalah bagi setiap penerbit. Apapun alasannya, telitilah dan perhatikan dengan seksama data tersebut dan kondisikan hal tersebut dengan baik, jangan sampai data tersebut akan menimbulkan masalah setelah buku Anda diterbikan.

  1. Gaya menulis

Yang paling sulit bukanlah menghilangkan kalimat-kalimat dalam karya ilmiah Anda, tetapi mengubah gaya menulisnya adalah yang paling sukar. Sebagai contoh bahasa yang tidak jelas, abstrak, dan banyak menggunakan jargon (istilah-istilah pada bidang tertentu), penjelasan yang sangat teknis dan terlalu rinci,

 

Bagian-bagian yang perlu Anda tambahkan

Jika, seperti di banyak kasus, kontribusi karya ilmiah terhadap ilmu pengetahuan yang Anda geluti terlihat signifikan di bab-bab pertengahan, Anda tidak dapat begitu saja menghilangkan data-data yang lain, tetap saja Anda harus menambahkan data.

  1. Koherensi

Buku Anda akan perlu memiliki kesatuan isi, yang diselenggarakan bersama dengan benang narasi yang jelas. Ada nilai ganda jika Anda melakukan hal ini. Dengan menelusuri lintasan argumen Anda, Anda akan segera melihat jika ada bahan (data) lain yang hilang (dan bahan yang masih harus dipotong).

  1. Latar Belakang materi

Banyak karya ilmiahyang memiliki latar belakang materi terlalu banyak tapi kadang-kadang – karena para penguji adalah ahli di bidang tersebut – peneliti akan berasumsi bahwa si penguji akan memahami latar belakang tersebut. Akan tetapi, pada sebuah buku tentu saja berbeda karena pembaca belum tentu seorang ahli di bidang subjek buku. Yang dibutuhkan adalah bahan latar belakang yang cukup agar mampu mengarahkan pembaca dan mempersiapkan mereka untuk “menyantap” tulisan hasil penelitian Anda.

  1. Bahan data baru

Masalah yang paling umum ditemui dalam karya ilmiah adalah terlalu banyak data. Akan tetapi, jika Anda mencoba memfokuskan kembali penelitian tersebut maka akan muncul celah kosong dan celah itu harus dipenuhi. Demikian juga, subjek Anda tidak mungkin statis, melainkan akan perlu diperbarui untuk mengambil kejadian (data) terbaru, publikasi, dan lainnya.

  1. Pendahuluan

Kebanyakan pendahuluan di dalam karya ilmiah  agak menjemukan dan kurang menarik, sedangkan buku harus bisa memberikan pendahuluan singkat yang mampu merangsang nafsu para pembaca untuk menikmati tulisan Anda.

  1. Kesimpulan

Banyak karya ilmiahyang berakhir sederhana dan tidak menarik. Karya ilmiah tersebut gagal untuk menarik benang merah dari semua penjelasan menjadi satu kesatuan yang koheren dan memuaskan. Di sebuah naskah buku, Anda harus mampu menulis ulang kesimpulan Anda untuk membuatnya up to date dan mencerminkan perubahan karakter dan fokus pada penelitian Anda.

 

  1. Indeks

Sebuah indeks tidak diperlukan sampai buku Anda dalam produksi, tetapi di awal-awal silakan untuk mulai memikirkannya. Pemikiran tersebut berguna karena indeks adalah ‘peta pikiran’ penelitian Anda, setelah Anda mulai menuliskan berbagai masukan dan subentries untuk dimasukkan, Anda dapat dengan cepat menemukan hal-hal yang mungkin hilang dalam tulisan Anda.