- Judul : DUAL CAREER CAMPUS: Model Perkuliahan Adaptif bagi Mahasiswa Atlet Berbasis Outcome-Based Education
- ISBN : –
- Nama Penulis : Dwi Lorry Juniarisca, S.Pd., M.Ed., Bayu Budi Prakoso, S.Pd., M.Pd., Reni Ambarwati, S.Si., M.Sc., Dr. Muhamad Syariffuddien Zuhrie, S.Pd., M.T., Dr. Ahmad Ajib Ridlwan, S.Pd., M.SEI.
- Tahun Terbit : 2026
- Ukuran : 17,5 x 25cm
- Jumlah Halaman : 270 hlm
- Harga : contact seller
- Diskon : contact seller
- Contact seller: 0813-2692-4369
Bagaimana jika seorang atlet harus memilih antara ruang kuliah dan arena pertandingan?
Setiap tahun, ribuan mahasiswa atlet menghadapi tantangan yang sama: mengejar prestasi olahraga tanpa mengorbankan keberhasilan akademik. Sayangnya, sistem pendidikan tinggi sering kali belum dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut. Jadwal kuliah berbenturan dengan kompetisi, tugas menumpuk di tengah pemusatan latihan, sementara dosen dan program studi sering kali belum memiliki panduan yang jelas untuk memberikan layanan akademik yang tetap adil sekaligus berkualitas.
DUAL CAREER CAMPUS menawarkan sebuah paradigma baru. Buku ini memperkenalkan model perkuliahan adaptif berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang memungkinkan mahasiswa atlet berkembang secara akademik dan nonakademik tanpa menurunkan standar mutu pendidikan. Berlandaskan konsep dual career, buku ini memadukan fleksibilitas akademik, Higher Order Thinking Skills (HOTS), academic advising, rekognisi prestasi, penilaian autentik, hingga tata kelola kelembagaan dalam sebuah sistem yang terintegrasi.
Disajikan dengan bahasa yang sistematis, ilustrasi kasus, dan berbagai contoh implementasi, buku ini tidak hanya membahas konsep, tetapi juga menghadirkan strategi praktis yang dapat diterapkan di perguruan tinggi.
Buku ini layak menjadi referensi bagi dosen, mahasiswa, pengelola program studi, pimpinan perguruan tinggi, pembuat kebijakan, serta siapa pun yang meyakini bahwa kampus terbaik bukanlah kampus yang memaksa mahasiswa memilih antara prestasi dan pendidikan, melainkan kampus yang mampu mengantarkan keduanya berjalan beriringan.
Karena sejatinya, seorang juara tidak hanya lahir di arena pertandingan, tetapi juga di ruang-ruang pembelajaran yang mampu menghargai setiap potensi.
Sudah saatnya perguruan tinggi di Indonesia bertransformasi dari teaching university menjadi talent development university—kampus yang tidak hanya mengajar, tetapi juga mengembangkan potensi terbaik setiap mahasiswanya.
